Belajar
Menulis, 21 September 2017
(Dwi
Hartanti – SMAN 1 Prambanan Klaten)
Kenapa
ada suatu ketertarikan untuk menulis?
Beberapa kali membaca tulisan beberapa teman di Facebook beserta dengan tautan
yang seringkali disertakan. Akhir-akhir ini fokus dengan salah satu tulisan
yang diposting teman facebook, sebut saja namanya Wijaya Kusuma, akrab disapa
Om Jay.
Suatu
ketika membaca wall Facebook Om Jay, dimana ada ajakan untuk kami yang
ingin belajar menulis untuk tergabung dengan pelatihan guru menulis yang akan
dibimbing Beliau lewat aplikasi media sosial WhatsApp. Jujur saya menunggu
kesepatan seperti ini. Sudah lama ada keinginan untuk belajar dan mencoba
menulis. Tapi masih bingung untuk memulainya.
Saya
suka membaca, tapi untuk menulis dan menuangkan ide ke dalam bentuk tulisan yang
bisa dinikmati orang lain seringkali muncul suatu rasa ketidak percayaan diri.
Hari
Kamis, 21 September 2017 pertemuan pertama untuk kelas guru menulis resmi
dibuka dan dimulai tepat jam 16.00 WIB dengan menggunakan media WhatsApp. Dalam
kelompok ini ada sekitar 35 peserta yang tergabung dan Om Jay adalah guru dan
juga pembimbing kami. Di awal pertemuan Beliau menyampaikan materi dengan tema
“Menjadi Guru yang mampu menulis dan menerbitkan buku”. Dengan sabarnya Om Jay
menuliskan kata-kata, yang terangkai dalam sebuah kalimat pembelajaran yang
mudah kami pahami. Perlahan-lahan tapi pasti kami mulai membaca tulisan yang Om
Jay sampaikan. Banyak pertanyaan yang mulai muncul dalam pembelajaran ini.
Saya
tertarik dengan yang disampaikan Om Jay terkait dengan tulisan “kita bisa
berbagi ilmu lewat tulisan”. Saya adalah seorang guru TIK SMA, dimana saat ini
untuk mata pelajaran TIK di Kurikulum 2013 dihilangkan dan diganti dengan bimbingan
TIK. Kami guru TIK tidak mendapatkan jadwal khusus untuk tatap muka di kelas. Ingin
rasanya berontak. Saat ini sebisa mungkin kami tetap berusaha untuk tetap menyalurkan
ilmu kepada siswa bagaimanapun caranya. Jujur saya akui, saya pribadi sebagai
guru TIK sangat terbatas dalam berbagi ilmu kalau hanya mengandalkan tatap muka
di kelas. Saya tergerak untuk bisa menulis.
Kita
bisa berbagi ilmu dengan cara menulis. Dengan tulisan kita bisa mengemas ilmu
dalam sebuah buku sehingga bisa tersebar dan dibaca oleh orang banyak. Kita
bisa berbagi ilmu dan informasi kepada orang lain yang mungkin bagi orang lain
informasi itu adalah hal baru bagi mereka. Dengan tulisan kita juga bisa
terpacu untuk lebih kreatif, baik dalam mencari topik maupun dalam merangkai
kata-kata.
Untuk
menjadi seorang penulis seringkali kita terbentur dengan masalah bagaimana
untuk memulainya? Menulis adalah suatu proses, jadi dibutuhkan suatu kesabaran.
Dengan sebuah kesabaran akan didapatkan hasil yang gemilang. Untuk mengawali
menulis kita harus fokus pada tujuan. Resikonya kita harus berjuang untuk bisa
menggapainya. Seringkali terbentur keadaan, tidak sedikit yang akhirnya
menyerah di tengah jalan. Jika kita ingin mencapai suatu tujuan kita harus mau
bersusah payah, mau berjuang. Kalau kita menyerah, kita tidak mau berjuang,
selamanya kita hanya bisa tidur terlelap dan hanya bisa bermimpi indah tanpa
bisa mewujudkannya.
Awali
menulis dengan pelan dan tanpa beban. Sebagai penulis pemula kita bisa
mengawali dengan apa yang kita sukai dan apa yang kita kuasai. Di samping itu
kita juga bisa menulis pengalaman pribadi maupun kisah nyata yang kita lihat
dan kita rasakan dalam kehidupan sehari-hari. Seiring dengan berjalannya waktu
tulisan yang kita hasilkan ini nanti akan berkembang dengan sendirinya.
Seringkali
sebagai penulis pemula kita terbentur dengan ide ataupan kata-kata yang akan
kita tuangkan dalam bentuk tulisan. Untuk memperbanyak ide, budayakan membaca,
mencari banyak referensi. Seiring dengan kemajuan teknologi kita bisa menggali banyak
informasi dari Internet. Kita bisa bersilaturahmi dan bertukar pikiran dengan
teman. Kita kalangan guru, bisa berkolaborasi dan bisa saling menjadi editor
dengan kawan guru lainnya. Kita bisa sharing dan bekerjasama. Growing Together.
Tetap
semangat untuk bekerja sama. Mari kita giatkan budaya menulis di kalangan guru,
sehingga guru benar-benar bisa menjadi insan yang cendekia, yang bisa berbagi
ilmu tanpa ada batas dan penghalangnya.
Pertemuan
pertama sungguh sangat berkesan, banyak ilmu yang sudah kami dapatkan. Semoga
apa yang sudah kita lalui ini selalu bisa menumbuhkan semangat untuk kita
kalangan guru dalam menulis untuk menyebarkan ilmu serta informasi yang
bermanfaat bagi orang banyak. Selalu semangat untuk belajar dan mendapatkan
ilmu pengetahuan baru bersama Om Jay dan juga teman-teman satu kelompok.
Ciao…semangat
selalu!!!
(22
September 2017- Tanti)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar