Selasa, 03 Oktober 2017

Pertemuan Pertama, Belajar Menulis

Belajar Menulis, 21 September 2017
(Dwi Hartanti – SMAN 1 Prambanan Klaten)



Kenapa ada suatu ketertarikan untuk menulis?
Beberapa kali membaca tulisan beberapa teman di Facebook beserta dengan tautan yang seringkali disertakan. Akhir-akhir ini fokus dengan salah satu tulisan yang diposting teman facebook, sebut saja namanya Wijaya Kusuma, akrab disapa Om Jay.
Suatu ketika membaca wall Facebook Om Jay, dimana ada ajakan untuk kami yang ingin belajar menulis untuk tergabung dengan pelatihan guru menulis yang akan dibimbing Beliau lewat aplikasi media sosial WhatsApp. Jujur saya menunggu kesepatan seperti ini. Sudah lama ada keinginan untuk belajar dan mencoba menulis. Tapi masih bingung untuk memulainya.
Saya suka membaca, tapi untuk menulis dan menuangkan ide ke dalam bentuk tulisan yang bisa dinikmati orang lain seringkali muncul suatu rasa ketidak percayaan diri.
Hari Kamis, 21 September 2017 pertemuan pertama untuk kelas guru menulis resmi dibuka dan dimulai tepat jam 16.00 WIB dengan menggunakan media WhatsApp. Dalam kelompok ini ada sekitar 35 peserta yang tergabung dan Om Jay adalah guru dan juga pembimbing kami. Di awal pertemuan Beliau menyampaikan materi dengan tema “Menjadi Guru yang mampu menulis dan menerbitkan buku”. Dengan sabarnya Om Jay menuliskan kata-kata, yang terangkai dalam sebuah kalimat pembelajaran yang mudah kami pahami. Perlahan-lahan tapi pasti kami mulai membaca tulisan yang Om Jay sampaikan. Banyak pertanyaan yang mulai muncul dalam pembelajaran ini.
Saya tertarik dengan yang disampaikan Om Jay terkait dengan tulisan “kita bisa berbagi ilmu lewat tulisan”. Saya adalah seorang guru TIK SMA, dimana saat ini untuk mata pelajaran TIK di Kurikulum 2013 dihilangkan dan diganti dengan bimbingan TIK. Kami guru TIK tidak mendapatkan jadwal khusus untuk tatap muka di kelas. Ingin rasanya berontak. Saat ini sebisa mungkin kami tetap berusaha untuk tetap menyalurkan ilmu kepada siswa bagaimanapun caranya. Jujur saya akui, saya pribadi sebagai guru TIK sangat terbatas dalam berbagi ilmu kalau hanya mengandalkan tatap muka di kelas. Saya tergerak untuk bisa menulis.
Kita bisa berbagi ilmu dengan cara menulis. Dengan tulisan kita bisa mengemas ilmu dalam sebuah buku sehingga bisa tersebar dan dibaca oleh orang banyak. Kita bisa berbagi ilmu dan informasi kepada orang lain yang mungkin bagi orang lain informasi itu adalah hal baru bagi mereka. Dengan tulisan kita juga bisa terpacu untuk lebih kreatif, baik dalam mencari topik maupun dalam merangkai kata-kata.
Untuk menjadi seorang penulis seringkali kita terbentur dengan masalah bagaimana untuk memulainya? Menulis adalah suatu proses, jadi dibutuhkan suatu kesabaran. Dengan sebuah kesabaran akan didapatkan hasil yang gemilang. Untuk mengawali menulis kita harus fokus pada tujuan. Resikonya kita harus berjuang untuk bisa menggapainya. Seringkali terbentur keadaan, tidak sedikit yang akhirnya menyerah di tengah jalan. Jika kita ingin mencapai suatu tujuan kita harus mau bersusah payah, mau berjuang. Kalau kita menyerah, kita tidak mau berjuang, selamanya kita hanya bisa tidur terlelap dan hanya bisa bermimpi indah tanpa bisa mewujudkannya.

Awali menulis dengan pelan dan tanpa beban. Sebagai penulis pemula kita bisa mengawali dengan apa yang kita sukai dan apa yang kita kuasai. Di samping itu kita juga bisa menulis pengalaman pribadi maupun kisah nyata yang kita lihat dan kita rasakan dalam kehidupan sehari-hari. Seiring dengan berjalannya waktu tulisan yang kita hasilkan ini nanti akan berkembang dengan sendirinya.
Seringkali sebagai penulis pemula kita terbentur dengan ide ataupan kata-kata yang akan kita tuangkan dalam bentuk tulisan. Untuk memperbanyak ide, budayakan membaca, mencari banyak referensi. Seiring dengan kemajuan teknologi kita bisa menggali banyak informasi dari Internet. Kita bisa bersilaturahmi dan bertukar pikiran dengan teman. Kita kalangan guru, bisa berkolaborasi dan bisa saling menjadi editor dengan kawan guru lainnya. Kita bisa sharing dan bekerjasama. Growing Together.
Tetap semangat untuk bekerja sama. Mari kita giatkan budaya menulis di kalangan guru, sehingga guru benar-benar bisa menjadi insan yang cendekia, yang bisa berbagi ilmu tanpa ada batas dan penghalangnya.

Pertemuan pertama sungguh sangat berkesan, banyak ilmu yang sudah kami dapatkan. Semoga apa yang sudah kita lalui ini selalu bisa menumbuhkan semangat untuk kita kalangan guru dalam menulis untuk menyebarkan ilmu serta informasi yang bermanfaat bagi orang banyak. Selalu semangat untuk belajar dan mendapatkan ilmu pengetahuan baru bersama Om Jay dan juga teman-teman satu kelompok.

Ciao…semangat selalu!!!

(22 September 2017- Tanti)
Cute Bow Tie Hearts Blinking Blue and Pink Pointer